|
|
||||
|
Home I Berita I Tentang DPRD I Sekretariat DPRD I Badan Anggaran I Badan Musyawarah I Komisi I Badan Legislasi l Badan Kehormatan |
||||
|
Galery Foto Buku Tamu |
|
|||
|
Ditarget Tuntas sebelum Bupati Haryanti Lengser
KEDIRI KABUPATEN-Pembangunan RSUD baru di wilayah Tugurejo, Ngasem ditarget tuntas 2014. Jadwal penyelesaian proyek multiyears ini sudah di sepakati badan anggaran (banggar) dewan. Kesepakatan tersebut, menurut Nurwakhid, anggota banggar DPRD Kabupaten Kediri, mengacu pada aturan Permendagri No. 11/2011 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah dan Perpres No.54/2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah. “Proyek tahunan seperti ini tidak boleh melebihi masa jabatan Bupati,”terangnya. Ini berarti, saat masa jabatan Bupati Kediri Haryanti berakhir di tahun 2014, proyek RSUD baru ini harus sudah tuntas. “Hal ini juga memperjelas pertanggungjawabannya. Kalau lewat tahun (masa jabatan Bupati, Red) kan jadi sulit,” ujar pria yang juga Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Kediri ini. Lantas berapa plafon anggaran yang di sepakati untuk pembangunan RSUD Tugurejo? Menurut Nurwakhid, karena disetujui proyek multiyears ini sampai 2014 mendatang, maka tiap tahun kucuran dananya harus terus terjaga. “Jika hitungannya mulai tahun ini berarti tersisa tiga tahun lagi. Pembagiannya adalah 20-10-10 (miliar rupiah),” ujarnya. Artinya lika ditotal,pembangunan proyek ini akan menghabiskan dana sekitar Rp 60 miliar. Pasalnya pada tahun 2011, sudah dikucurkan anggaran Rp 20 miliar untuk pembebasan 7,5 hektare (ha) tanah milik warga setempat. “Rencananya tahun ini anggaran tetap menggunakan dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) seperti tahun lalu,” papar Nurwakhid. Makanya ia menambahkan anggaran yang dikucurkan pada 2012, besarnya tak akan jauh berbeda Hanya pada dua tahun berikutnya nanti, anggaran yang digelontorkan akan dipangkas menjadi separonya. “Ini juga berdasarkan kesepakatan banggar pemkab,” imbuhnya. Seperti diberitakan, tahun ini pemkab sudah mangagendakan pembahasan masterplan dan detail engeeering design (DED). Demikian juga pematangan lahan, yang saat ini masih berupa lahan persawahan. Selain patok dari kayu yang dipasang dari beberapa sudut lahan yang dihargai Rp 257.143 permeter persegi (m2) itu, sebuah papan pengumuman bahwa ditanah tersebut akan dibangun RSUD juga sudah ditancapkan. Demikian pula papan larangan mendirikan bangunan di likasi-lokasi yang telah ditandai. Meski hingga kemarin, beberapa petak sawah masih ditanami oleh pemiliknya. Mulai dari cabai, tebu hingga padi. Terpisah, Edhi Purwanto, pelaksana tugas (plt) Kabag Humas Pemkab Kediri membenarkan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Haryanti dengan dewan sudah disepakati. Namun Edhi menyebut total anggaran sampai Rp 260 miliar. Hanya ia belum bias merinci berapa anggaran pertahunnya. “Yang jelas tahun 2012 ini, ada Rp 20 miliar anggaran untuk pembangunan RSUD tersebut,” jelasnya.
(Radar Kediri 10/01/2012) Berita Sebelumnya
Setelah melalui beberapa tahapan dan pembahasan akhirnya APBD 2012 disetujui bersama. Hal ini ditandai dengan penandatangana Nota Persetujuan Bersama Raperda tentang APBD Kabupaten Kediri tahun anggaran 2012 di ruang Graha Sabha Canda Bhirawa 6 Desember 2011 jam 19.00 wib. SELASA, 6 Desember 2011 Kades Akan Dapat Jaminan Kesehatan *Pemkab Jatah Dana Rp. 300 Juta Untuk Pamong Non PNS Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) kini tak hanya diberikan pada rakyat miskin. Para Kepala Desa dan Perangkat Desa pun bakal menikmatinya. Sebab pada 2012 nanti pemkab telah mengajukan anggaran jaminan kesehatan bagi pamong desa ini. Informasi yang dihimpun radar kediri dari rencana kerja anggaran pemkab 2012 menyebut usulan nominal anggarannya Rp 300 juta. SENIN, 28 Nopember 2011 Bupati Sampaikan Nota Keuangan APBD TA 2012 di Depan DPRD
Arsip Berita Terkini - Parade Nusantara Surati Kemendagri Tuntut Undang-Undang Desa Segera Disahkan - Minta Hapus Pungutan Parkir Tidak Efektif Karena Masih Dipungut - Kurang Sebulan Abutment Baru Separo Rekanan Proyek Jembatan Papar Optimis Tuntas - Pemkab Putus Kerjasama Parkir Pemkot Karena Pengendara Tetap Dipungut Saat Masuk Kota - Presentasi RKA, Komisi A Gelar RDP dengan Mitra Kerja - Dana Rp 4 M Baru Terserap 10 Persen - Target PAD Meleset, Banggar Butuh Bimtek - DPRD Kabupaten Kediri Menerima Kunjungan DPRD Kabupaten Tuban- DPRD Segera Bahas KUA PPAS dan RAPBD 2012 - DPRD Setujui 12 Raperda Kabupaten Kediri - PDAM Disuntik Dana Rp 26 Miliar - Seragam Baru PNS Rp. 3,84 M, Anggaran Rutin Pemkab Anggap Wajar - Mangkrak, Rumah Dinas Jadi Gudang - Penjelasan Bupati atas 12 Raperda Kabupaten Kediri - Data Rancu, Cemas Program Tak Tuntas - Komisi A DPRD Mengusulkan Perda Tentang Pemilihan Perangkat Desa - Baleg DPRD Rekomendasikan 12 Raperda - Sarana PENDIDIKAN, Temuan Proyek Rehab SD Bermasalah Tambah - Ratusan Warga Semen Wadul Pemkab- Komisi C Meminta, Pemda Tertibkan Pembukaan Lahan Ilegal di Semen - BAMUS JADWALKAN KEGIATAN DPRD BULAN OKTOBER - Kontraktor Bongkar Ulang Ruang SDN Ringinpitu - Dana Cukai Cair, Dewan Ditilap - Zikir Bersama di Atas Jembatan Mrican - 30 % Aset Tak Jelas, Banyak Yang Kedaluwarsa dan Belum Bersertifikat - Study Banding DPRD Kab. Sragen Bahas Raperda Inisiatif - Pertanyakan Dana Hibah Rp 16 Milyar - Rehab Gedung Sudah 70 Persen Ingin Hubungan Eksekutif dan Legislatif Harmonis - Jaga Keamanan Stok Gula, Komisi B Kunjungi PG Mritjan
|
OPINI Oleh: Erjik Bintoro Beberapa waktu yang lalu saya bertemu salah seorang teman yang menerjuni bisnis penjualan salah satu motor merk terkenal, dia cerita, bahwa di Kabupaten Kediri ada 4 dealer motor yang menjual motor dengan merk yang sama dengan yang dia pasarkan. Dia sendiri rata-rata omzet penjualannya berkisar 300 unit motor per bulan. Itupun termasuk paling sepi dibanding dealer yang lain.
Oleh : M. Solikin |
|||
PARIPURNA
Setelah melalui beberapa tahapan dan pembahasan akhirnya APBD 2012 disetujui bersama. Hal ini ditandai dengan penandatangana Nota Persetujuan Bersama Raperda tentang APBD Kabupaten Kediri tahun anggaran 2012 di ruang Graha Sabha Canda Bhirawa 6 Desember 2011 jam 19.00 wib.
|
||||
|
Kediri On The Spot KAMIS, 20 Oktober 2011 ANALISIS Penyesuaian Tarif Retribusi Tidak Jelas * Kenaikan Sewa untuk pemanfaatan Aset sampai 500% Disoal KEDIRI KABUPATEN- dasar kenaikan tarif dalam sejumlah rancangan peraturan daerah (raperda) retribusi 2011 yang diajukan pemkab dinilai tidak jelas. Apalagi proses penyesuaian tarif sehingga bisa naik 100 sampai 500 persen masih kabur. JUMAT, 14 Oktober 2011 Tiga Jam,Transaksi Capai RP 2,4 Miliar
JUMAT, 14 Oktober 2011 Gelar Upacara Hari Jadi Pemprov Jatim
Arsip Berita - Hanya 20 Persen Yang Nikmati Kredit UMKM - Bupati Haryanti Kunjungi 7 Desa di Banyakan, Pantau - Bioskop Kelud Segera Operasional - Setahun Rusak, Jembatan Sukoanyar Mojo Mulai Diperbaiki - Bupati Haryanti Tinjau 15 Desa - Penyaluran BOS Kembali ke Sistem Lama - KANTOR IMIGRASI SEGERA BEROPERASI DI DOKO KAB. KEDIRI - SE tidak jaDi keluar, Formula Belum Jelas - PEMKAB TAMBAH PENGHASILAN KADES - Tak Serakah Tapi Tak Mau Rugi Ketika Sekdes Mendapat Gaji Dobel - Sekdes Minta 70 %, Kades 30 % - Rawan Konflik, Konsep Raperda Belum Tuntas - KADES KHAWATIR SE BUPATI PICU GEJOLAK
|
||||
|
|
||||
|
|
||||
|
DPRD Kab. Kediri Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Telp. (0354)681862 Fax (0354)695883 Copyright © 2009 - 2014 DPRD Kabupaten Kediri Jawa Timur - Indonesia Email : setwan@dprdkedirikab.go.id |
||||